MEMAHAMI PENGAJARAN KEUANGAN YESUS (2)

Gideon Rusli
May 2, 2018

MEMAHAMI PENGAJARAN KEUANGAN YESUS (2)

Memahami Pengajaran Keuangan Yesus

Jika di minggu lalu kita telah belajar bahwa harta/uang berbicara tentang sikap hati kita. Maka di minggu ini kita akan belajar hal lain tentang cara agar kita tidak terjebak pada sikap-sikap negatif terhadap uang.

Ada tiga hal yang harus kita mengerti bersama-sama pada kesempatan kali ini.

Pertama, waspada pada ketamakan (Lukas 12:15). Firman Tuhan menegaskan agar kita dapat berjaga-jaga terhadap segala ketamakan. Tamak berarti selalu ingin beroleh banyak untuk diri sendiri; serakah (Amsal 30:15 a). Kita harus waspada pada ketamakan sebab hidup tidak tergantung dari kekayaan (1 Timotius 6:7). Sumber dari ketamakan adalah cinta akan uang (1 Timotius 6:9-10). Cara untuk dapat mematahkan ketamakan adalah dengan memberi taburan.

Kedua, memberi sedekah/taburan adalah salah satu cara untuk mempersiapkan harta di Surga (Lukas 12:33). Sedekah artinya pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau kepada orang yang berhak menerimanya. Dengan menabur kebaikan (harta) kepada orang yang membutuhkan maka kita sebenarnya sedang mengumpulkan harta di Surga. Ini jawaban Yesus kepada seorang yang kaya raya mengenai hal lain yang harus dilakukan untuk dapat masuk ke Surga pada bagian tertentu dalam Alkitab yang ditulis dari sebuah pembicaraan. Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di Surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.´(Matius 19:21, Markus 10:21, Lukas 18:22). Pemberian kita kepada orang miskin (orang yang membutuhkan) akan menjadi sebuah bentuk investasi rohani di Surga.

Ketiga, Tuhan menilai pengorbanan (Markus 12:41-44). Ada dua prinsip mengelola keuangan berdasar dari firman Tuhan yang dapat kita pelajari dari Alkitab yakni, bahwa Tuhan senantiasa memperhatikan persembahan yang kita berikan kepada-Nya (2 Korintus 9:7 mengatakan “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”). Tuhan menghargai pengorbanan. Ini bukan berbicara mengenai nominal/angka namun pengorbanan yang dapat kita berikan ketika memberikan persembahan atau sesuatu yang paling berharga dari hidup kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan.

TUHAN YESUS memberkati.