Sejarah GBI Bethel Area

SEJARAH SINGKAT GBI “BETHEL AREA” INDONESIA

Gereja Bethel lndonesia jalan Johar 8 Salatiga didirikan oleh Pendeta Yahya Handoyo pada tahun 1949. Nama gereja tersebut awalnya adalah Gereja Bethel lnjil Sepenuh. Beliau memulai gereja tersebut dengan menggembalakan anggota jernaat yang terdiri dari 14 jiwa. Situasi perkembangan pada masa itu cukup berat karena kota Salatiga waktu itu masih diduduki oleh tentara Belanda. Pada tahun 1950 tentara NICA (Belanda) menyerahkan kedaulatan kepada pemerintah lndonesia. Hal ini menyebabkan tantangan baru bagi jemaat tersebut karena rumah tempat ibadah tersebut adalah milik pemerintah. Dengan segala pergumulan akhirnya jemaat kecil ini pindah ibadah di sebuah kandang sapi milik jemaat yang terletak di jalan Jendral Sudirman, di depan Balai Prajurit Makutarama, di belakang toko roti lndra.

Kebaktian di tempat ini dilakukan dari tahun 1954 sampai tahun 1965. Pada tahun 1964, Tuhan, memberi anugerah kepada jemaat tersebut untuk dapat memiliki dan membangun gedung gereja ukuran 6X12 meter dijalan Johar No. 6 Salatiga. Pembangunan gedung gereja tersebut selesai pada tahun 1965 dan kemudian ibadah dipindahkan ke jalan Johar. Pada tahun 1971, Pendeta Yahya Handoyo mendapat visi untuk membuka jemaat baru di Makasar (Ujung Pandang). Jemaat tersebut sampai sekarang masih ada dan bernama Gereja Bethel lndonesia, jemaat Filadelfia.

Pada tahun 1971, pelayanan di Salatiga kemudian dilanjutkan oleh seorang pemuda kelahiran Comal, Jawa Tengah yang bernama Yohan Hadi Prayitno. Beliau adalah seorang mahasiswa Fakultas Elektro, Universitas Kristen Satya Wacana. Pada tahun 1972 terjadi perpecahan di tubuh Gereja Bethel lnjil Sepenuh yang kemudian melahirkan Gereja Bethel Indonesia. Sdr. Yohan Hadi Prayitno beserta jemaat memutuskan untuk bergabung dengan Gereja Bethel lndonesia sehingga jemaat ini sekarang di sebut GBI Johar Salatiga. Tahun 1973

Yohan Hadi Prayitno melanjutkan studi ke Australia untuk memperdalam bidang theologi Tugas penggembalaan GBI Johar Salatiga dilanjutkan oleh Pendeta Andreas Muliatno Rusli. Beliau, saat itu sedang menjalani tugas belajar dari Kantor Pengadilan Negeri Kalimantan Terngah dalam bidang Hukum di Universitas Kristen Satya Wacana. Tugas belajar tersebut dalam rangka promosi jabatan sebagai Kepala Kantor Pengadilan Negeri Kalimantan Tengah, namun oleh karena panggilan Tuhan, beliau melepaskan kesempatan tersebut dan memilih untuk menggembalakan jemaat GBI Johar Salatiga.

Tuhan memberkati pelayanan beliau beserta jemaat yang ada sehingga berkembambang mencapai sekitar 1500 orang jemaat dan memiliki 6 cabang yang sekarang sudah dimandirikan, yaitu yaitu: GBI Celong, GBI Karang Alit, GBI Samirono, GBI Gunung Sari, GBI Mayang Sari dan GBI Argorumekso, Pada tahun 2000 beliau meninggal dunia dan penggembalaan kemudian digantikan oleh putranya, Pdt. Gideon Rusli.

Dalam pelayanan jemaat yang dipimpin Pdt. Gideon Rusli, GBI “Johar” terus diberkati Tuhandengan perkembangan pelayanan. Hal ini ditunjukkan dengan didewasakannya 2 jemaat cabang yang lain yaitu GBI Karanggede dan GBI Kopeng serta usaha – usaha menanam jemaat lokal di sekitar Salatiga. Pada saat ini jemaat cabang yang masih bernaung dibawah GBI “Johar” adalah: GBI Semarang (Restoran Prima Rasa), GBI Ampel, GBI Metes. GBI Gendongan, GBI Gilirejo (Dsn. Mainan) dan GBI Bayeman (Ampel). Dengan Visi: “Menjadi jemaat lokal yang memberkati kota, bangsa dan dunia dengan pelayanan yang holistik,terpadu” dengan Misi: MengenalTuhan dan membuat Tuhan dikenal”, GBI “Johar terus bertumbuh dalam anugerah Tuhan Yesus Kristus dan berpindah lokasi menjadi GBI jl. Hasanudin (Bethel Area).